Selasa, 26 Desember 2017

Piagam Gumi Sasak : usaha untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur pada generasi muda di era globalisasi





Di Indonesia, terdapat beragam suku bangsa. Keberagaman tersebut menciptakan kebudayaan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, yang kemudian dikenal dengan nama kebudayaan lokal yang kemudian menyatu menjadi kebudayaan nasional. Salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia yaitu suku bangsa Sasak dengan beragam keunikan, nilai-nilai kearifan lokal yang tinggi, dan ciri khas yang ada.

Sejak zaman dahulu, kearifan lokal suku bangsa Sasak mengandung nilai-nilai yang sangat luhur dalam sistem kehidupan bermasyarakat. Selain itu, memiliki relevansi dan makna yang dapat dijadikan sebagai roh dan nilai-nilai baru di zaman modern ini. Namun dewasa ini, nilai-nilai yang telah diwariskan oleh leluhur suku bangsa Sasak itu telah mengalami pergeseran, mengalami kelunturan, dan seakan-akan kehilangan makna sesungguhnya dari nila-nilai yang sudah ada sebelumnya. kelunturan nilai-nilai itu terjadi karena adanya pengaruh kemajuan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi atau pengaruh dari globalisasi serta laju pembangunan yang tidak didasarkan atas budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, generasi penerus suku bangsa Sasak dewasa ini tidak lagi sepenuhnya  mempedomani nilai-nilai tersebut. Bahkan ada kecenderungan untuk ditinggalkan. 

Keadaan yang menghawatirkan itu menuntut adanya upaya untuk menerapkan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan masyarakat Sasak, sehingga generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri. Oleh sebab itu, lahirlah “Piagam Gumi Sasak”. Berdasarkan wawancara dari Bapak Murahim S. Pd., M. Pd. awalnya Piagam Gumi Sasak diberi nama “Manifestasi Kebudayaan Sasak,” tetapi kata manifestasi kebudayaan dirasa tidak cocok untuk masyarakat Sasak. Lahirnya Piagam Gumi Sasak memberi semangat baru bagi generasi muda Sasak untuk memperbaiki sejarah Sasak yang telah diobrak-abrik oleh kepentingan penguasa dan kebudayaan yang sudah melenceng dari arah yang sebenarnya. Berikut isi dari Piagam Gumi Sasak.
Piagam Gumi Sasak

Bismillahirrahmanirrahim
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan mata rantai sejarah kemanusiaan melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar dari gumi paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jati dirinya yang sebenarnya. 

Perjalanan sejarah bangsa Sasak diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jati diri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang berlangsung hingga saat ini. Beralih pencitraan budaya dan sejarah bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi bangsa imperior yang tak mampu tegak diantara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanah kefitrahannya sebagai sebuah bangsa. Sadar akan hal tersebut kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan Piagam Gumi Sasak sebagai berikut.


1.      Berjuang bersama menggali dan menegakkan jati diri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan bangsa Sasak.
2.      Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
3.      Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai-nilai religiusitas dan tradisionalitas.
4.  Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru  dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
5.     Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

                                          
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.

Mataram, 14 Mulud tahun Jimawal/1437H

26 Desember 2015.

Ditandatangani bersama kami,

1.      Drs. Lalu Azhar
2.      Drs. H. Lalu Mujtahid
3.      Drs. Lalu Baiq Windia M. Si
4.      TGH. Ahyar Abduh
5.      Drs. H. Husni Mu’adz MA., Ph. D.
6.      Dr. Muhammad Fadjri, M.A.
7.      Dr. H. Jamaludin M. Ag.
8.      Dr. Lalu Abd. Khalik M.Hum.
9.      Drs. H. A. Muhit Ellepaki, M. Sc.,
10.  Dr. H. Sudirman M. Pd
11.  Dr. HL., Agus Fathurrahman
12.  Mundzirin S.H,
13.  L. Ari Irawan, SE., S.Pd., M. Pd.

Mari sebagai generasi muda suku Sasak kita bangun citra baru Sasak dengan cara mempelajari dan memahami kembali kebudayaan Sasak, sejarah Sasak, dan kearifan lokal Sasak yang mengandung nilai-nilai sangat tinggi agar kita generasi muda suku Sasak tidak terlalu jauh tercerabut dari akar budaya kita sendiri.

Rabu, 20 Desember 2017

ziarah makam: sebuah tradisi mengikat sesuatu di pohon harapan




·         Deskripsi                                                              :

Makam Loang Baloq adalah makam keramat yang terkenal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Makam ini sering dikunjungi oleh warga setempat untuk ziarah makam. Biasanya pengunjung tidak hanya datang untuk berziarah ke makam Loang Baloq tetapi pengunjung juga menggelar sejumlah ritual seperti potong rambut anak yang masih balita atau disebut dengan ngurisang. Peziarah biasanya juga menyampaikan nazar dan berdoa di makam agar permintaanya segera dikabulkan. Misalnya meminta jodoh, panjang umur, sehat dan murah rejeki. Bagi yang menyampaikan nazar tertentu, mereka selalu mengikatkan sesuatu ke akar gantung pohon beringin. Jika nazar mereka dikabulkan, mereka akan kembali lagi ke tempat itu dan membuka ikatan serta membayar nazar yang sudah disampaikan. Tradisi dan kebiasaan ini disebut dengan Saur Sesangi.

·      Sejarah Loang Baloq                                       :
Loang Baloq berarti lubang buaya. Area ini ditumbuhi sebuah pohon beringin yang memiliki lubang tempat berdiam dirinya sang Buaya yang konon kabarnya berumur ratusan tahun. Makam Loang Baloq adalah kawasan pemakaman yang didalamnya terdapat puluhan jasad. Keistimewaan Makam Loang baloq ini adalah 3 makam istimewa yakni makam Ulama Maulana Syekh Gaus Aburrazak, Makam Anak Yatim dan Makan Datuk Laut

Syekh Gauz Abdurrazakadalah seorang ulama dan pendakwah agama Islam yang berasal dari Baghdad Irak yang menyebarkan agama Islam dari Palembang lalu kemudian singgah di Lombok sekitar 18 abad yang silam. Setelah menyebarkan Islam di daerah Palembang, beliau lalu meneruskan perjalanan dakwahnya dan mendarat di pesisir pantai Ampenan. Saat sampai disana, ia memberikan petuah-petuah yang bersumber pada ajaran Islam dasar kepada warga dan masyarakat sekitar.

Makam Syekh Gaus Abdurrazak inilah yang berada tepat di lubang di bawah pohon beringin yang berbentuk persegi panjang, berlubang di tengah seperti sebuah goa, dimana lubang di tengah inilah tempat dimana para pengunjung biasanya menaburkan bunga sebagai penghormatan. Sementara itu, Makam Anak Yatim berada disamping bagian luar Makam Maulana Syekh Gaus Abdurrazak dengan ukuran yang lebih kecil. Di samping makam ini, berdampingan pula Makam Datuk Laut dengan bangunan berbentuk permanent dengan ukuran 3x4 meter.

Tidak hanya ingin berziarah, para pengunjung yang datang ke komplek pemakaman ini terkada menggelar beberapa ritual seperti potong rambut anak yang masih balita, biasanya disebut dengan ngurisan dalam bahasa Sasak. Para peziarah biasanya juga ada yang menyampaikan nazar mereka dan berdo'a di makam agar permintaannya segera dikabulkan, misalnya berdo'a meminta jodoh, panjang umur, murah rezeki dan doa-doa lainnya. Bagi mereka yang bernazar ditempat ini, mereka selalu mengikat sesuatu ke akar gantung pohon beringin tersebut.

Jika semisalnya nazar dan do'a mereka cepat dikabulkan, biasanya para penazar akan kembali lagi ke tempat ini untuk membuka ikatan yang mereka lakukan sebelumnya lalu membayar nazar yang sudah disampaikan. Tradisi ini mereka sebut dengan "Saur Sesangi" alias membayar janji. 

Kompleks pemakaman Loang Baloq ini biasanya ramai dikunjungi saat lebaran Idul Fitri tiba hingga perayaan Lebaran Ketupat satu minggu setelah Lebaran Idul Fitri. Selain perayaan Idul Fitri, makam Loang Baloq juga akan ramai dikunjungi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

·         Kesan                                    :
Berziarah ke makam Loang Baloq sangat berkesan karena kita bsa mengetahui makna atau tujuan dari prosesi mengikat sesuatu pada akar gantung pohon beringin dan mengetahui tiga makam istimewa yang ada di sana yaitu makam Ulama Maulana Syekh Gaus Aburrazak, Makam Anak Yatim dan Makan Datuk Laut

Piagam Gumi Sasak : usaha untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur pada generasi muda di era globalisasi

Di Indonesia, terdapat beragam suku bangsa. Keberagaman tersebut menciptakan kebudayaan yang berbeda antara satu daerah dengan dae...