Rabu, 20 Desember 2017

ziarah makam: sebuah tradisi mengikat sesuatu di pohon harapan




·         Deskripsi                                                              :

Makam Loang Baloq adalah makam keramat yang terkenal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Makam ini sering dikunjungi oleh warga setempat untuk ziarah makam. Biasanya pengunjung tidak hanya datang untuk berziarah ke makam Loang Baloq tetapi pengunjung juga menggelar sejumlah ritual seperti potong rambut anak yang masih balita atau disebut dengan ngurisang. Peziarah biasanya juga menyampaikan nazar dan berdoa di makam agar permintaanya segera dikabulkan. Misalnya meminta jodoh, panjang umur, sehat dan murah rejeki. Bagi yang menyampaikan nazar tertentu, mereka selalu mengikatkan sesuatu ke akar gantung pohon beringin. Jika nazar mereka dikabulkan, mereka akan kembali lagi ke tempat itu dan membuka ikatan serta membayar nazar yang sudah disampaikan. Tradisi dan kebiasaan ini disebut dengan Saur Sesangi.

·      Sejarah Loang Baloq                                       :
Loang Baloq berarti lubang buaya. Area ini ditumbuhi sebuah pohon beringin yang memiliki lubang tempat berdiam dirinya sang Buaya yang konon kabarnya berumur ratusan tahun. Makam Loang Baloq adalah kawasan pemakaman yang didalamnya terdapat puluhan jasad. Keistimewaan Makam Loang baloq ini adalah 3 makam istimewa yakni makam Ulama Maulana Syekh Gaus Aburrazak, Makam Anak Yatim dan Makan Datuk Laut

Syekh Gauz Abdurrazakadalah seorang ulama dan pendakwah agama Islam yang berasal dari Baghdad Irak yang menyebarkan agama Islam dari Palembang lalu kemudian singgah di Lombok sekitar 18 abad yang silam. Setelah menyebarkan Islam di daerah Palembang, beliau lalu meneruskan perjalanan dakwahnya dan mendarat di pesisir pantai Ampenan. Saat sampai disana, ia memberikan petuah-petuah yang bersumber pada ajaran Islam dasar kepada warga dan masyarakat sekitar.

Makam Syekh Gaus Abdurrazak inilah yang berada tepat di lubang di bawah pohon beringin yang berbentuk persegi panjang, berlubang di tengah seperti sebuah goa, dimana lubang di tengah inilah tempat dimana para pengunjung biasanya menaburkan bunga sebagai penghormatan. Sementara itu, Makam Anak Yatim berada disamping bagian luar Makam Maulana Syekh Gaus Abdurrazak dengan ukuran yang lebih kecil. Di samping makam ini, berdampingan pula Makam Datuk Laut dengan bangunan berbentuk permanent dengan ukuran 3x4 meter.

Tidak hanya ingin berziarah, para pengunjung yang datang ke komplek pemakaman ini terkada menggelar beberapa ritual seperti potong rambut anak yang masih balita, biasanya disebut dengan ngurisan dalam bahasa Sasak. Para peziarah biasanya juga ada yang menyampaikan nazar mereka dan berdo'a di makam agar permintaannya segera dikabulkan, misalnya berdo'a meminta jodoh, panjang umur, murah rezeki dan doa-doa lainnya. Bagi mereka yang bernazar ditempat ini, mereka selalu mengikat sesuatu ke akar gantung pohon beringin tersebut.

Jika semisalnya nazar dan do'a mereka cepat dikabulkan, biasanya para penazar akan kembali lagi ke tempat ini untuk membuka ikatan yang mereka lakukan sebelumnya lalu membayar nazar yang sudah disampaikan. Tradisi ini mereka sebut dengan "Saur Sesangi" alias membayar janji. 

Kompleks pemakaman Loang Baloq ini biasanya ramai dikunjungi saat lebaran Idul Fitri tiba hingga perayaan Lebaran Ketupat satu minggu setelah Lebaran Idul Fitri. Selain perayaan Idul Fitri, makam Loang Baloq juga akan ramai dikunjungi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

·         Kesan                                    :
Berziarah ke makam Loang Baloq sangat berkesan karena kita bsa mengetahui makna atau tujuan dari prosesi mengikat sesuatu pada akar gantung pohon beringin dan mengetahui tiga makam istimewa yang ada di sana yaitu makam Ulama Maulana Syekh Gaus Aburrazak, Makam Anak Yatim dan Makan Datuk Laut

18 komentar:

  1. Super sekali.
    Terimaksih infonya.
    Salam budaya.😊

    BalasHapus
  2. Super sekali.
    Terimaksih infonya.
    Salam budaya.😊

    BalasHapus
  3. Oooo gitu yaaa mmmm....
    Terima kasih infonya

    BalasHapus
  4. sangat bermanffat sekali tulisannya ini bagus

    BalasHapus
  5. Tingkatkan, info yg sangat berfaedah.
    #salam budaya

    BalasHapus

Piagam Gumi Sasak : usaha untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur pada generasi muda di era globalisasi

Di Indonesia, terdapat beragam suku bangsa. Keberagaman tersebut menciptakan kebudayaan yang berbeda antara satu daerah dengan dae...